November 13, 2011

Empat Musim

Cheerstraw!! :)

Ini bukan cerita tentang musim secara harfiah. Ini cerita bukan pula tentang persahabatan yang selalu berbeda, tapi justru entah mengapa, empat musim yang menyatu dalam tahun, membentuk serasi waktu dan bersama terkungkung dalam haru.
Empat musim, kata orang Eropa, ada musim dingin (winter), musim semi (spring), musim panas (summer) dan musim gugur (fall). Winter untuk Rina yang pendiam dan penuh misteri. Spring, untuk Hannah yang warna-warni. Summer untuk Priscel yang selalu ceria dan segembira tamasya. Dan Fall untuk aku yang dramatis dan setengah romantis. Yes we are fantastic four!

Kami bukan geng, kami adalah sahabat yang bersatu dan sejalan dengan persahabatan lain. Kami semua memiliki hidup masing-masing, aku contohnya, aku punya sahabat lainnya. Sebut saja sahabat KP saya, Intan, Wulan, Aris dan Ikhsan. Sahabat KKN. Sahabat SMP sebut saja Indah, Mami, Anisa, Ayu, Eliana, Nurma, Ayok dan Doni. Sahabat SMA, Rara. Sahabat... kenapa jadi ngejabarin temen menggalau aku sih? Ya, intinya kami tidak memusatkan kehidupan pada musim kami. Bukan pula sisa atau pinggiran yang terbuang. Entah bagaimana caranya, kami ada dan bersama. Tidak selalu teratur berjumpa, tapi selamanya berlangsung dalam ada.

Aku menyayangi mereka. Meski tidak dalam sengaja kita berjumpa. Tapi entah dalam jeda waktu, kita bergerak dan berbicara bersama. Bagaimana? Entahlah, semesta membuat empat menjadi kelompok penuh asa, yang semangat membicarakan masa depan.

Hannah untuk ide-ide kreatifnya dan pengetahuan mendalam soal finansial.
Priscel untuk analisis ekonomi dan kemampuan marketingnya.
Rina untuk ketegasan dalam butir-butir kebijakan dan intelektual negeri.
Dan aku, apa ya? Entahlah, mungkin menulis, menciptakan dan mengkritik.

Kita berempat yang bersatu dalam sama. Kita berdebat dan berakhir bahagia. Priscel selalu keras, kadang lupa menyaring setiap katanya, tapi Inda selalu diam mengalah dan akhirnya lupa untuk marah :D
Hannah yang kadang emosi secepat kilat, dati perlalu secepat angin yang lewat. Atau Rina, yang diam menyembunyikan galau, yang minta ditemani dalam menurunkan kadar resahnya. Kami berempat beda, dan saling melengkapi. Kami bertemu dalam kuliah yang nyata, kuliah kehidupan. Kami berjalan bersama, menaiki tangga masa depan. Kami berbeda jurusan, tapi kami menyambung asa dengan tawa.

Gals, thank you for these almost 5 years. I love you, always. Keep remembering how we laugh, how we share, and how we cry. Stay here, either in my heart, and yours. I'm gonna miss you, for almost my life time :)

Thanks for being my life,
Inda, 13 November 2011
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar