Juni 30, 2011

The Limit To Your Love

The limit to your love

Melihat judul lagunya saja udah membuatku nelangsa. Semua memang harus ada batasannya. Masing-masing hal mempunyai batasan. Tapi batasan untuk mencintai orang lain? Ngebayanginnya aja udah nyesek sek sek. Apalagi bila... *seems like i can't control myself* *sigh*
This story must end.
Kadang pengen bener sendiri. Ya, perasaan gitu loh, perasaan siapa yang bisa ngebatasin! Kadang bikin pembelaan buat diri sendiri juga. Tapi pembelaan itu justru semakin membuat saya nelangsa. You blame your feeling? You blame universe? You blame God that had given you that feeling? Saya hanya menghela nafas. Kenapa sih harus begini?

Kenapa sih harus begini?

Ya, pertanyaan itu yang selanjutnya timbul. Ada sesuatu yang muncul dalam hati saya. Sebuah kalimat yang membuat saya memikirkan kembali makna saya terlahir di dunia.

This is life.

Maka semua hal memang bercampur aduk di dalamnya.
Rasa senang, sedih, putus asa, bahagia, nelangsa, dan sukacita, semuanya aa. Tapi saya selalu berharap, apapun kover depannya, syukur selalu menjadi kover penutupnya. Legaaa banget kalo udah bisa bersyukur.


Lho, luarnya aja lo slengekan, kok bisa ngomong tentang bersyukur?

Jiiiiih yaemang kenapa sih yaa? Bersyukur itu selebrasi buat saya. Kalo saya udah bisa bisa bersyukur, it means saya udah bisa menerima dengan ikhlas apa yang Tuhan beri. Saya memang bukan orang yang muluk muluk dan ngomongin hal gede selain cita-cita saya. Tapi untuk urusan saya dengan Tuhan, saya hanya ingin bersikap rendah hati. Saya ini manusia juga, sama kayak anda-anda. Dosa saya juga mungkin lebih banyak dari anda. Tapi tenang, saya ngga akan menggurui anda, soalnya saya juga ngga suka digurui. Pernah denger kalimat yang kira-kira bunyi gini ngga: masing-masing individu mempunyai karakter dan cara belajar yang berbeda-beda.

So, mari saling memahami, bukan menggurui.

Gaisss, mungkin the limit to your love itu adalah sebuah tamparan buat saya ya. Bahwa ngga bagus mencintai sesuatu dengan berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan itu ngga baik. Maaf, bukan menggurui bray, ini kan pengalaman saya aja. Yuk ah, menjadi lebih baik. Dengan cara lo masing-masing, toh saya juga ngga punya hal buat mengintervensi hidup elo. Begitupun kalian, ngga punya hak juga untuk mengintervensi hidup saya. Just be your best self :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar