Januari 22, 2011

Surat Kangen Nomer Satu

Cheerstraw!! :)
Bukan sekedar kata-kata, ini surat untukmu. Sure, you need to fill up your cup now while reading my words.

Dear, honyii..
I'm remembering the time we met. Sebenernya bukan bertemu juga, sepertinya virtual adalah dunia kita. Biarlah orang berkata apa juga. Sama-sama virgo yang menyebalkan, bukan kita berdua? Oh, mendengarnya saja sudah membosankan.
Tapi ada sesuatu yang ngga bisa aku mengerti, bertengkar denganmu terasa membosankan. Tapi sepanjang bulan kita cuma bersikap dingin satu sama lain. Meski lewat virtual.

Then you whispered me such 'i love you' every text you sent.

Sebenernya aku ingin percaya, bolehkah tidak melalui virtual?
Aku sedikit muak dengan keadaan tidak bisa bertemu ini, semisalnya aku marah, tidak bisa aku transfer langsung marahku ini lewat tatapan nyata. Semisal aku kangen, haruskan lewat sms dan ym? Haruskan bertukar rasa dengan email? Ingin bicara banyak denganmu, bercerita tentang marahnya aku saat itu.

Dan bilang, aku begitu membencimu, seperti aku menyayangiku, saat itu.

Dear, hon...
Siapa yang pernah membayangkan dua virgo bisa menjalin hubungan aneh seperti ini? Percakapan yang tersambung dengan secangkir kopi dan Oasis yang kamu kirim. Bahkan masih kusimpan tracking numbernya -_- *please deh*
Kemudian ada segumpal marah yang membuat hubungan kita tambah keruh, tapi entahlah, sepertinya ada yang membuatku yakin. Apalah itu namanya, aku juga belum nemu. Mari kita temukan bersama. Mungkin gaya mengetikku yang berisik?

Setiap senja, aku mendengar Don't Look Back in Anger, dan marahmu memudar, seperti hilangnya matahari di balik cakrawala. Apa kamu suka dengan senja juga? Dan aku pernah bilang untuk kita berdua bakal menyesap kopi bersama, dan kamu merokok, dan aku marah-marah. Karena kamu ngeyel ngga mau berhenti merokok, aku akan mencoba merokok. Dan kamu langsung marah-marah sama aku. 

Aku tidak boleh merokok, begitu katamu.

Jadi aku membuang rokok sialan itu, aku bersih dari rokok, percayalah. Hanya kopi teman malamku. Dan suaramu dalam saluran telepon. Ingin bertemu langsung denganmu, tapi waktu membuat kita mengantri. Masih banyak pasangan lain yang ingin bertatap muka juga. Hey, emangnya kita pasangan??

Mungkin ada banyak hal yang tidak perlu diucapkan, tapi dirasakan.
Mungkin kamu mengerti sebelum aku mengatakannya.
Tapi aku ingin ucapan, untuk mengerti kamu.
Aku ingin tatapan matamu, kurasa aku akan mengerti semua rasamu yang tersimpan untukku.

Ah baiklah, Excelso, saat senja dengan Tiramissu Latte ya. Aku sedang tidak kuat dengan espresso :)


Uoy Ssim I ,
Inda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar