September 30, 2011

Selamat Ulang tahun, Yarra

Aku menutup mata dari sebuah kue ulang tahun besar berwarna dominasi putih dan cokelat. Dan aku melihat keju kesukaan Yarra sebagai toppingnya. Cokelat beku yng berbentuk lelehan membuat aku ingin mengunyah semuanya sekarang juga. Tapi aku inget, ini adalah ulang tahun Yarra. Yarralah yang harus menjadi yang pertama menyantap kue itu.


"Cepat bilang selamat ulang tahun untuk Kakakmu!" bentak Mama. Aku menurut dan ikut berdoa untuk Kak Yarra.
" Ma, Kak Yarra seharusnya merayakan ulang tahun kayak Kak Missy," ujarku polos.
" Kayak Kak Missy yang tetangga sebelah itu?" tanya Mama. Aku mengangguk yakin.
" Kayak pesta yang banyak cowoknya dan pake musik disko itu, Ma," jelasku.
Tapi mata Mama berkaca-kaca, malah menjadi sendu. Aku tau, tapi aku sudah tidak sabar mencuil kue itu.


" Tapi Kak Yarra bukan gadis disko kayak Kak Missy. Kak Yarra abadi menjadi gadis sepuluh tahun, seumuranmu, di dalam makam, sayang," jelas Mama. Dan aku terdiam. Kini hanya ada suara napas aku dan Mama, karena dari awal, perayaan ulang tahun Kak Yarra hanya dihadiri aku dan Mama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar