Agustus 25, 2010

Ah!

Dimana-mana sedang banyak orang berteriak hijau, hijau, hijau! Bahkan gas elpiji tiga kilo pun berwarna hijau dan sering meledak tanpa pernah mengisyaratkan pertanda. Dimana-mana demam hijau, materi seminar selalu mencatut kata "hijau" pada judulnya, kuliah umum selalu bilang hijau untuk kedamaian dan melawan pemanasan global, mulut-mulut mereka tak henti bilang "greenpeace greenpeace", dan pembantu rumah tangga pun menyiram tanaman dengan alasan agar si daun tetap berwarna hijau!

Tapi itu mulut, hanya saru organ yang memberi sinyal bahwa mereka menyeru perang terhadap pemanasan global, memblokade pngrusakan alam dan dengan angkuhnya menunjuk beberapa golongan sebagai penyebab hancurnya bumi hingga mendekati kiamat. Hanya mulut.

Bumi memang sudah tua, sakit dan bopeng disana sini. Dunia sudah sakit. Sekarang sudah parah. Lantas kemana mereka selama ini? Berada di bawah ranjang mana mereka sebelum mulut mereka menghindari kesalahan dengan berteriak hijau? Oh, saya tau, mereka seperti monyet! Berteriak lantang memblokade dunia hanya untuk menyembunyikan jutaan pohon yang mereka gunakan untuk membuat kertas, jutaan kulkas yang memproduksi gas CO dalam rangka merusak lapisan ozon, anti jalan kaki yang mebuat bumi penuh dengan gas sialan dan sesak napas dimana-mana!

Ah, semua memang hanya mulut. Hanya mulut yang punya otak, bisa berdusta, bisa berbohong. Hanya mulut yang menyelamatkan tangan-tangan mereka yang masih sempat membuang sampah di sungai, hanya mulut yang bisa menyembunyikan kaki palsu mereka di balik puluhan mobil mewah di garasi rumah mereka, hanya mulut yang pandai, pintar, licik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar