April 06, 2010

Menunggu Hujan Terang

Aku menunggu hujan reda
dan aku menunggu guntur berhenti
Tapi aku tidak bisa menghentikannya
Karena dia begitu memabukkan, dia membuatku kepayang
Tadi malam dia datang, dan dia tidak berhenti sampai sekarang
Kadang aku merindukan terang, kenapa dia tidak datang sekarang?
Kalau hanya secercah cahaya saja, itu tidak cukup
Aku inginkan terang
Aku inginkan kejelasan
Karena...kalau terang, aku bisa memandang jauh ke depan
Aku tidak akan melihat mendung, aku tidak akan mendengar guntur, dan angin puting beliung
Tapi tapi, dimana terang itu??
Mendung menutupi jalanku, mendung meleburkan batas imajinasiku sehingga aku tidak bisa lagi memisahkan yang mimpi dan yang adanya
Aku hanya bisa bermimpi
Tapi mendung dan hujan tidak bertanggungjawab terhadap perasaanku
Dia menutupi terangku, dia membawa pergi cahayaku...


Untuk Terang,
dimana kamu?
Jogja, 7 April 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar