April 05, 2010

Memang seharusnya tidak seperti ini. Hati ini terlalu berharga untuk terus disakiti. Tapi ternyata menghindari tidak semudah menjentikkan jari. Atau kadang bahagia hanya kamuflase yang maya? Dan tidak nyata seperti yang kita lukiskan?

Kadang kita percaya begitu cepat. Kadang kita lupa begitu saja. Kenapa harus ada sedih bila bahagia itu maya dan bisa berubah adanya? Bukankah kehilangan bahagia saja sudah begitu sakit daripada sedih?

Saya tidak mau mengulang kesedihan itu lagi.

Tapi saya mengulangnya juga.

Dan rasanya, sejuta kali lebih sedih.

Karena kesedihan disini, adalah buah dari kebodohan.

Tidak ada keledai yang jatuh di lubang yang sama dua kali.

Tapi saya, saya melakukannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar