Oktober 15, 2009

Nayla, kisah keberanian wanita untuk bersuara


Nayla.
Tidak terbayang kalo ternyata novel ini begitu berat buat saya. Ceritanya sangat kontroversial dan berani. Pantas novel ini mendapat predikat "novel dewasa". Meskipun kata-kata yang terkandungnya sarkas banget, tapi tidak ada kesan porno atau ketidaklayakan untuk membacanya.

Pada awalnya saya pikir novel ini hanya bercerita tentang ala kadarnya wanita bernama Nayla yang broken home dan sering diperlakukan ibunya dengan tidak manusiawi. Tapi ternyata lebih dari itu. Nayla kecil tumbuh menjadi gadis yang menurut saya itu adalah kelainan mental. Nayla yang tidak percaya tentang kesakralan cinta tapi saya sangsi, Nayla sedang mencari cinta. Nayla tidak percaya dengan segala cinta yang pernah dia liat, dengar, dan rasa pada masa lalunya. Nayla tertekan hingga dia menjadi limbung dan merampok taksi.

Sebenernya ngga ada yang tau seperti apa Nayla sebenernya. Nayla yang jelas terlukis disini, yang hanya dengan sekilas kita baca hanyalah gadis pemabuk yang bercinta dengan Juli, seorang wanita yang mengurung jiwa lelaki di dalamnya. Nayla yang mencari mabuk. Nayla yang merasa terkurung dalam langit gelap Jakarta. Nayla yang sering ngompol, juru lampu, penari tiap malam minggu, dan Nayla yang dengan lantang berkata," saya lebih suka melihat tubuh wanita telanjang, ketimbang laki-laki."

Hare gene gitu, secara kita harus punya kan bacaan yang dapet pesan morilnya. bacaan yang ngga sekadar tongpes, yang sekali ditusuk jarum isinya angin doang. Itu udah ngga jamaaaan! Coba deh, karya-karya Djenar Maesa Ayu ini penuh isi. Tidak sekedar bacaan malam saja. So, kalo penasaran dengan novel berat ini, baca aja deh. Nggaaaaa bakal ada rasa nyesel, malah yg ada kita dapet inspirasi. Don't miss it!

Judul novel : Nayla
Pengarang : Djenar Maesa Ayu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar