September 01, 2010

It's None of Your Bussiness!

Pernah tidak merasa bahwa dunia akan menjadikan kita wanita seperti apa yang pernah kita khayalkan dulu? Oke, untuk lebih jelasnya, mari kita diskusikan. Well, waktu kecil, saya pernah punya cita-cita menjadi artis (sumpah, saya tidak pernah pengen jadi dokter ato astronot!). Waktu itu sih saya terinspirasi sama Paramita Rusady gara-gara film Karmila-nya (tuh film sumpah keren banget, Teddy Syach masih gateng *.*). Gara-garanya, saya jadi kebagian imbas tidak mengenakkan, saya pingin jadi artis, yang bisa main sinetron, dan nyanyi lagu pop! Saya merasa bahwa wajah saya sangat cantik waktu itu, padahal kalo dinget lagi yah, waktu saya TK, badan aja kayak lidi, kurus lurus dengan kepala kayak pentol korek (rambut potong gaya lelaki, red) dan suka pake sepatu yang belakangnya bisa nyala itu! (wiw...kecil-kecil gaul deh gw!)

Beranjak dewasa, kayaknya pikiran saya masih terpengaruh jaman jahiliyah dengan rambut pendek semampai dan celana pendek di atas lutut. Hey guys, that was my style, and i was proud to be my self at that time! I was so cooooool when i was climbing the trees to steal some guavas (preeeeet...pencuri kok cool yah! sigh). Yeah, i was kinda bad girl (lol!). Itu adalah saat saya masih jadi kiddo, suka bergerak semua gue, tanpa ada yang tanya macem-macem ke saya.

What does it mean? Bertanya macam-macam kayak apaan sih? Well, kinda:
"who is your boyfriend now?"
"Are you single or in a realtionship?" (or i'm in a relationshit!)
"Oh gal, do you think that you need to reduce your weight?"
" Guys, you need to take some hair treatments! Do you think so?"
"Believe me, you must think that those guys are soooo cool?"
or," I think you need to buy some new skirts and throw your jeans away, those are oldskull!"

Jujur, saya seneng ada yang perhatiin saya, meskipun perhatian itu menyesatkan dan memuakkan. Pingin rasanya jawab semuanya hanya dengan satu kalimat: "go f* yourself, it's none of your bussiness, sweetie!"
Tapi rasanya tidak mungkin, mengingat semakin dewasa kita, semakin terikat dengan etika. Oh, why being mature is so complicated! Why so serious? Take some jokes! (tsk)

Kalo tau seperti ini, rasanya dulu tidak mau saya cepat-cepat dewasa. But well, now i'm kinda twenty-something-girl (or woman?). Dan kedewasaan saya masih belum mau muncul (ayey, childish is cool, man!). Dan menjadi 30's is so awful. Sometimes i think that i wanna go back to my childhood, but wise man said that: "when you're still fool on 40, trust me, you'll be fool forever."

Aiiiih, ngeri juga kalo dipikir-pikir, ternyata teori kalo hidup-itu-dinamis benar-benar ada! (bergidik!). But wait, bisa ngga kalo dewasa itu berarti tidak mencampuri urusan orang lain? Those are noneof your bussiness, man! Rasanya malah pengen mempermalukan diri sendiri ~.~'
So, kalo ada orang nanya lagi," where's your boyfriend? Don't tell me you're still single, gal!" (bertanya diiringi tawa setan), i'll answer:
" It's none of your bussiness, man. Well, for your information, i did some one-nite-stand(s) these days, hmmmm but you know, i just did some lies! Hahaha" (slap his face!)


*ngga semua yang lo denger itu bener*sigh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar