September 30, 2011

Selamat Ulang tahun, Yarra

Aku menutup mata dari sebuah kue ulang tahun besar berwarna dominasi putih dan cokelat. Dan aku melihat keju kesukaan Yarra sebagai toppingnya. Cokelat beku yng berbentuk lelehan membuat aku ingin mengunyah semuanya sekarang juga. Tapi aku inget, ini adalah ulang tahun Yarra. Yarralah yang harus menjadi yang pertama menyantap kue itu.


"Cepat bilang selamat ulang tahun untuk Kakakmu!" bentak Mama. Aku menurut dan ikut berdoa untuk Kak Yarra.
" Ma, Kak Yarra seharusnya merayakan ulang tahun kayak Kak Missy," ujarku polos.
" Kayak Kak Missy yang tetangga sebelah itu?" tanya Mama. Aku mengangguk yakin.
" Kayak pesta yang banyak cowoknya dan pake musik disko itu, Ma," jelasku.
Tapi mata Mama berkaca-kaca, malah menjadi sendu. Aku tau, tapi aku sudah tidak sabar mencuil kue itu.


" Tapi Kak Yarra bukan gadis disko kayak Kak Missy. Kak Yarra abadi menjadi gadis sepuluh tahun, seumuranmu, di dalam makam, sayang," jelas Mama. Dan aku terdiam. Kini hanya ada suara napas aku dan Mama, karena dari awal, perayaan ulang tahun Kak Yarra hanya dihadiri aku dan Mama.

Forbidden

Wanita itu masih menunduk sambil ditemani segelas tinggi iced frappucino. Her chin stucks on the table, the book has lost its grip and stays alone on the table. Mungkin terlalu lelah untuk membaca, jadi dibiarkan saja halaman-halamannya terbuka tak beraturan, tertetuk dimana-mana.

Di ujung sana, seorang lelaki masuk dari pintu depan Coffee Shop di daerah Jakarta Utara dengan tampang rapi dan penampilan perlente.

" What the hell are you doing here, babe?" tanyanya. Wanita itu mendongak. 
" Kakak..." panggilnya. Lelaki itu duduk di sampingnya dan mengelus lembut kepala adiknya.
" Santi memberitahu gue. Elo bolos kerja. Dan gue selalu ngerti kemana lo melarikan diri," tatap kakak. Pikiran dalam wanita itu berkecamuk. Seandainya Kakak tidak pernah sedetil itu mengrti tentang dirinya.
" Gue pengen melarikan diri. I'm getting bored of this shit, kakak," and could you please bring me to the place where i can't define if it's night or day... lanjut wanita itu dalam hati.
" What's your problem? You look like a shit babe. Seminggu lagi gue nikah sama Karin, dan gue ngga pengen adek gue ngga ikut happy," adek tiri Kak, adek tiri, you should remember that key word, lanjut wanita itu.
" I'm happy for you. I'm okay. Just something happen in my life these several days," jelas wanita itu. Kakak diam danmenatap wanita itu dengan tatapan sayang seorang kakak.

Seminggu lagi kakanya menikah. The problem is, the daughter keeps too much love for her elder. F word, wanita itu memandang nanar kakaknya.
" Seminggu lagi lo nikah, dan gue masih belum bisa menghapus cinta gue buat lo, kak..." batinnya. She loses her mind. She desn't have any longer life to live. Her life stops as her love grows, no bond.

Jogja, 12.02 p.m
October, 1st 2011

Agustus 31, 2011

Sejarah KKN vs JRL

Cheerstraw!! :)

Hehehe tadinya saya lagi iseng kan nih ya ceritanya di grup KKN. Ehiya, ini masih tentang KKN ya? habisnya, pengen sharing suatu event, sekelas JRL gitu tapi *yaampun nyeseknya* malah ngga bisa attend ke JRLnya *nyeseknya overdosis* gara-gara KKN *maaf lho, tadinya emang gue kambinghitamkan*. Jadi ya, mau share apa cobak kalo bukan KKN? KKN yang tadinya saya pikir bakal boring tapi ternyata jadi amazing. Ya taulah, karena ada saya di dalemnya *minta dijeburin sumur rupanya* *gatau malu banget* *self-conversation*

Beberapa hal yang ngga bisa saya lupain di tempat KKN adalah adanya tempat menyendiri yang asoy banget. Tenang, dingin-dingin-hangat, dan inspired. Tadinya saya nemuin tempat ini secara ngga sengaja waktu survey lahan perintis barengan Dhea dan Dek Mara. Eh, jadinya keterusan tiap pikiran lagi jenuh, selalu aja larinya kesana. Ya cuman duduk doang, habis mau ngapain? Masa iya mau nari waka waka di tengah padang pasir begitu? Eh tolong ya logikanya.

Satu hal yang saya inget banget, waktu itu tanggal 8 Agustus 2011. Tepat tanggal segitu (tanpa bisa ditawar lagi) ibu saya ulang tahun. Pengen banget bisa pulang, whispering her such a happy blessed-daydan bikin surprise surprise kayak di tipi gitu yang kaget ngeliat buah hatinya pulang. Tapi rencananya berbalik 180 derajat. Yang ada adalah, saya ngedenger berita duka. Tetangga saya yang udah berasa kayak sodara sendiri, Om Jony, divonis gagal ginjal. Saya galauuuu banget. Pengen cerita, tapi ke siapa? Semuanya lagi pada sibuk, ngga enak ngacauin pikiran teman-teman gara-gara berita yang lame banget keyak begini. Ya udah, akirnya cerita sama Wawan aja. Lumayan, rada terobati. Tapi tetep butuh me-time :)

tempat itu adalah padang pasir di tepi Kali Gendol di Dusun Kopeng. Suasananya masih sama, hanya lebih sedikit syahdu. Entah kenapa juga, apa waktu itu jiwa emo saya lagi subur-suburnya hingga beranak pinak ke dasar otak ya sampe mikir kayak begitu? Pokoknya begitulah, ada sedikit tanaman hijau (meski cuman sekelas rumput) dan tebing yang kayak grand canyon *tolonglah, Indul!*
dan saya duduk sendirian disitu, merenung, menangis. Mungkin ngga banyak temen-temen KKN yang pernah ngeliat saya nangis (kecuali insiden tahun waktu itu hehehe). Etapi ya, insiden tahu itu bukan semata-mata karena tahu doang, tapi sebelumnya pikiran saya emang lagi shocked berat gara-gara harga pipa *eketauandeh!*
Tapi kan tahunya udah susah payah dibeli di pasar Gentan :(
Caseclosed :)

Sebenernya KKN kali ini bener-bener jadi ajang pendewasaan diri banget buat saya. Jauh dari orangtua, berusaha menjadi 'IRT' *sumpah itu rempong banget cint*,
dan sampai bagaimana mengatur waktu, menjalankan program meski perasaan lagi kecret ngga karuan. Itu menjadi pelatihan diri banget buat bagaimana saya harus bersikap ke depannya *tsaaah*

Semua tempat, bahkan padang pasir di sebelah rumah mbah mento pun pernah menjadi tempat saya mencurahkan airmata. Duduk pelan-pelan sambil ngeliatin layangan-entah-milik-siapa-disana di atas batu gede. Dan tetiba sesenggukan ngga jelas. Selain memikirkan diri sendiri, dengan menangis di pasiran ternyata membantu saya untuk belajar bersyukur. Teman-teman bisa liat deh, kalo pas lagi galau, maen-maen ke pasiran dan liatlah rumah-rumah yang hancur, yang tinggal tembok, dan bahkan udah hilang ngga berbekas. Betapa beruntungnya kita, betapa kurang bersyukurnya kita. Masih sering ngeluh, masih sering menggerutu, dan kadang berakhir manyun. Sori dori stroberi, bukannya menggurui, hanya bertukan isi hati *eciyeeeh*

Oiya, mumpung momennya pas banget nih ya, saya pengen ucapin terimakasih buat temen-temen. Semunya ternyata adalah sebuah rangkaian yang terikat saling silang untuk menjadikan saya lebih dewasa. Menghadapi adek-adek angkatan 2008 yang kayaknya udah dewasa, tapi ternyata (itu pasti, saya juga kok) masih punya sifat pengen diayomi. Saya senang lho justru, berasa ngga kehilangan adek. Kebiasaan sih dirumah suka ngejailin adek, kalo ngga ada 'adek' di pondokan kan serasa there's a hole in my heart *mulaideh*
Dan buat teman-teman angkatan 2007,  ternyata kalian jauh lebih dewasa dari saya  ya hehehe... mohon bantuannya yaaa. Buat housemate yang ngga pernah bisa silent, termasuk pas lagi pada tidur (hehe piss), makasih ya buat kenangan tak terlupakannya, terutama saat-saat kita masak bareng, ngerjain apa-apa bareng. Omijon, buat teman-teman sepiketku, yaamplop, you guys rock my world! \m/
Buat roommate, yaamplop, kita udah kayak ditakdirin aja ya bisa sekamar. Bisa nyanyi geje ngga jelas, bisa curhat sampai mewek bareng, bisa sepakat 'dapetnya' pas bulan Ramadhan cobak? Istimewa :)
Buat yang udah ngasi saya 'oleh-oleh KKN' yang istimewa banget, makasiiih banget. You guys pokoke numero uno deh. What can i do to make you happy? Jangan galau-galau lagi yaaa, just do it, face it, say yess if you should so, say no if you shouldn't ever say yess Be bold yaaa, buat semua, buat 4 sekawan (212, autis, husen dan kormanit), buat yang tukang panik, tukang cerita, tukang tidur, dan tukang-tukang apapun kecuali tukang bangunan. I'm gonna miss y'all, guys :)

Eternyata KKN itu jauh lebih asiikk daripada JRL, sumpedah :)
*massive hugs*

Agustus 29, 2011

KKN-PPM Gondang Pusung #1

Cheerstraw!! :)

Suatu hari pas saya dengerin lagu The Beatles yang Here, There, Everywhere, saya teringat sesuatu. What have you done to them? What have you given to the world? Nothing, yet. Selama ini rasanya saya lebih ke egosentris, selfcenter. Iyah, ini idup gue, so? We don't live alone, bro, sist. Begitulah, then kebetulan waktu itu juga lagi heboh-hebohnya KKN. Kebetulan saya udah masuk di kelompok KKN Unit 124. See how my feeling was...in sorrow! I feel i'm a difference from 'em all. Sempet mikir gini: "ini gue beneran yang paling paling deh ya disini. Is this my world?" 

Daridulu pengennya keluar dari Unit 124, tapi selaluuu aja ada yang bikin ngga jadi keluar. Selalu ada kejadian yang 'memaksa' saya buat tetep stay on that track. Okelah, at least saya masih satu unit dengan sobat saya, yang juga punya perasaan yang sama dengan saya. Emang sik ya, ga santai banget, tapi ya emang begitulah faktanya. Sempet mau escape, yuk ah, kita pergi, keluar begitu. Tapi sampai pas pembekalan itu, ternyata kita ngga pernah bisa. Yasudahlah, kalo kata Bondan Prakoso. Let's see how its life is. Let's see if  i could stay or...?

Yang bikin saya terus merangkai asa ditengah badai rasa ini adalah, niat awal saya. Here, There, Everywhere. Ya, dimanapun, di belahan semesta manapun. Selalu saya membisiki telinga saya sendiri, hey niat lo itu apa? Apa yang mau lo lakuin? Apa yang mau lo kasih, seengganya ke satu dusun bekas erupsi merapi itu? Don't think like a bollock deh, Ndul! I'm not a bollock (but you're a jackass). *ngunyahsepatu*

Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Yap begitulah. Ternyata perasaan gasantai itu terpicu dari kondisi ketidakkenalan saya dengan beberapa karakter yang selama 2 bukan ini udah mengisi hari-hari saya. Yang tadinya mikir: gasantai, ribet ribut ra rampung rampung, ternyata jadi: lucu, ngangenin, unik, konflik yang bikin ngakak, dan pendewasaan diri. Menghadapi beberapa karakter yang berbeda tiap hari ternyata mengasah diri kita untuk lebih ngemong. Itu baru temen-temen KKN. Belum lagi bagaimana saya harus srawung dengan Ibu-Ibu, Bapak-bapak, dengan Bocil-bocil, dengan ABG, sampai pemuda-pemudi. They have different character of course, tapi satu key yang saya pegang sampai akhirnya saya bisa seperti ini adalah: TULUS.

Tuluslah berteman, tuluslah tertawa, tuluslah bicara pada mereka. Tuluslah kamu ingin menjadi teman mereka.

Pernah waktu itu temen saya bilang, tiga hal yang bisa mendewasakan kamu: ketulusan, kesabaran, dan rasa syukur. Tiga hal mendasar yang sering orang lupakan. C'moooon, let's do it!

Unforgettable momment. KKN saya, Alhamdulillah bener-bener ngga akan terlupakan. Beberapa 'kasus' (HAHAHAHAH!) malah bikin KKN terasa semakin hidup. KKN yang lurus-lurus aja itu boring, mamen! *apaansih*

Sekarang pertanyaannya adalah: WHAT HAVE YOU DONE, INDOOO?? *kabuuur*
Eh, pengennya kabur, tapi setelah saya pikirkan lagi, jawabannya: UNCOUNTABLE. Kemudian saya tersenyum sambil kayang, yess you did anything that some people can't ever see. Just keep it in your heart, Indo *senyumpepsodent*

Makasih ya temans, teman hidup saya selama 2 bulan dan ngga pernah sepi :) :( :D :p
Makasih ya temans, Ibu-ibu yang selalu dengan ramah menyapa saya dan menemani saya pulang dari Ash-Sholihin sampai pondokan selepas tarawih :')
Makasih, makasih ya buat bocil-bocil yang sering ngejar saya pake mercon, tapi mewek juga pas akhirnya saya dan teman-teman harus pulang ke rumah masing-masing, yang sampai sekarang masih sering SMS: mbak inda yg cantik kapan mau maen kesini lagi? :D)
Makasih ya buat ABG-ABG SMP yang selalu nemenin saya curhat di kebon salak, yang selalu SMS: mba inda lagi ngapa? Aq kangen :))))
Makasih buat pemuda-pemudi yang masih sering telpon saya, sms saya dan ngolok-olokin saya meskipun saya udah ngga di Gondang lagi *tsaaaah*
Terimakasih buat Gondang Pusung yang telah memberikan saya kehidupan baru yang akhirnya mengubah pandangan hidup saya *ngelapairmata*

Juni 30, 2011

The Limit To Your Love

The limit to your love

Melihat judul lagunya saja udah membuatku nelangsa. Semua memang harus ada batasannya. Masing-masing hal mempunyai batasan. Tapi batasan untuk mencintai orang lain? Ngebayanginnya aja udah nyesek sek sek. Apalagi bila... *seems like i can't control myself* *sigh*
This story must end.
Kadang pengen bener sendiri. Ya, perasaan gitu loh, perasaan siapa yang bisa ngebatasin! Kadang bikin pembelaan buat diri sendiri juga. Tapi pembelaan itu justru semakin membuat saya nelangsa. You blame your feeling? You blame universe? You blame God that had given you that feeling? Saya hanya menghela nafas. Kenapa sih harus begini?

Kenapa sih harus begini?

Ya, pertanyaan itu yang selanjutnya timbul. Ada sesuatu yang muncul dalam hati saya. Sebuah kalimat yang membuat saya memikirkan kembali makna saya terlahir di dunia.

This is life.

Maka semua hal memang bercampur aduk di dalamnya.
Rasa senang, sedih, putus asa, bahagia, nelangsa, dan sukacita, semuanya aa. Tapi saya selalu berharap, apapun kover depannya, syukur selalu menjadi kover penutupnya. Legaaa banget kalo udah bisa bersyukur.


Lho, luarnya aja lo slengekan, kok bisa ngomong tentang bersyukur?

Jiiiiih yaemang kenapa sih yaa? Bersyukur itu selebrasi buat saya. Kalo saya udah bisa bisa bersyukur, it means saya udah bisa menerima dengan ikhlas apa yang Tuhan beri. Saya memang bukan orang yang muluk muluk dan ngomongin hal gede selain cita-cita saya. Tapi untuk urusan saya dengan Tuhan, saya hanya ingin bersikap rendah hati. Saya ini manusia juga, sama kayak anda-anda. Dosa saya juga mungkin lebih banyak dari anda. Tapi tenang, saya ngga akan menggurui anda, soalnya saya juga ngga suka digurui. Pernah denger kalimat yang kira-kira bunyi gini ngga: masing-masing individu mempunyai karakter dan cara belajar yang berbeda-beda.

So, mari saling memahami, bukan menggurui.

Gaisss, mungkin the limit to your love itu adalah sebuah tamparan buat saya ya. Bahwa ngga bagus mencintai sesuatu dengan berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan itu ngga baik. Maaf, bukan menggurui bray, ini kan pengalaman saya aja. Yuk ah, menjadi lebih baik. Dengan cara lo masing-masing, toh saya juga ngga punya hal buat mengintervensi hidup elo. Begitupun kalian, ngga punya hak juga untuk mengintervensi hidup saya. Just be your best self :)

Juni 21, 2011

We Don't Know What The Future Brings

Cheerstraw!! :)
Actually, saya sedang memikirkan hidup saya. Bukan berarti hari hari yang lalu saya ongkang-ongkang kaki dan terbawa arus hidup yang ngga pernah dipikir otak gitu. Tapi pas lagi mandi itu tetiba teringat sesuatu yang tetiba muncul aja, entah darimana.
Pas SMP, saya punya idola. Yaa standarlah ya kalo punya idola F4, malahan aneh waktu itu kalo ngga ngefans F4. Tapi idola saya waktu itu beda, idola saya yaitu penyiar radio yang selalu siaran pake bahasa Inggris pas hari Minggu di Polaris. Nama asli dan nama udaranya Mbak Ajeng. Saya yang waktu itu tergila-gila banget sama bahasa inggeris ngerasa 'aduh, mbak ajeng ini udah suaranya renyah, pinter lagih! Someday, pengen bisa seperti mbak ajeng!'

Bukannya saya plagiator.

Tapi saat ini, sekarang ini, saya ngerasa punya a little bit similarity with her. Kalo ngga salah kemaren-kemaren pernah denger (eh maksudnya ngebaca ding :p) kalo Mbak Ajeng pengen belajar Bahasa Perancis. and somehow, voilaa, i have the same passion too! Bukan berarti saya ngekor Mbak Ajeng. Sejarahnya begini lho, waktu itu saya iseng brwosing tentang NGO NGO gitu kan, terus nemu website nya UNESCO. Kebetulan kan, saya kan emang interest di bidang seni, culture, and something similar begitu kan, jadi tetiba saya menjadi kepengan kerja disana. Dan ada salah satu persyaratan yang -sebenernya ngga dipenuhi juga ngga papa sih- menuliskan at least saya menguasai bahasa Inggris, syukur syukur bahasa Perancis. Dan karena emang letak kantornya sendiri ada di Perancis. What a surprise!

Dan kebetulan Mbak Ajeng juga kerja di NGO, lebih tepatnya UNDP. Kalo soal pengen kerja di NGO itu, ya emang saya tertariknya karena Mbak Ajeng. Kayaknya seneng aja kerja di swasta, apalagi kalo kerja di bagian poverty. Just like i'm working while helping them. Ya begitulah sodara sodara.

Kalo belum kenal Mbak Ajeng, silakan buka profilnya disini. Mbak Ajeng ini udah punya suami, namanya Mas Dwi Sasongko Supriyadi dan baby kecil namanya Maika Lemoni Amanda. See how wonderful her family, with their little happy stuff :))

Mei 09, 2011

Dalam Hati

Cheerstraw!! :Rasanya kayak naik rollercoaster! Beginilah jadinya bila ngga kunjung dapat kepastian. Tapi ya, sebenernya kepastian apasih? Hehe saya juga gatau.
Kepastian sih udah pasti, Jumat saya berangkat ke Bekasi. Mau ngapain sih? Niatnya mau dolan, mau refreshing, mau menyambangi rumah temen. Temen. Saya lagi pengen lari sejenak dari rutinitas harian, bisa jadi kacau otak saya, bisa jadi keram. Tapi entahlah, rasanya ke Bekasi kali ini bagaikan penentuan.
Kata temen saya sih sebenernya The Cure. Tergantung juga nanti obatnya bakal membuat saya lebih sehat, atau malah disakitkan dulu kemudian baru sehat? Ndatau juga, hanya ada beberapa point yang harus saya patuhi disini. Bhawa saya bukan pacar dia lagi. Ada sesuatu yang kadang muncul dari permukaan, ada juga yang rasanya emang pengen tenggelam. Seperti sebuah kesendirian yang terkadang memang membuat hati menjadi lebih dewasa. Saya memang menikmatinya, meski kadang saya merasa sangat sangat kesepian. Mungkin bukan merindukan orangnya, mungkin merindukan rutinitasnya saat berdua. Komunikasi yang berteknologi, bertatap muka melalui LCD, berkata lewat ponsel dan mencinta lewat telepati. Ada yang hilang saat semua menjadi sendiri, enggan menyapa dan kembali tenggelam dalam egoisme.

Haruskan egoisme?

Ada yang membuat nelangsa, ada kata yang terdiam tak sempat terucap, seribu nyanyian yang tersimpan mendendang lirih. Meski semua dalam hati. Tapi telah saya tuangkan semua dalam rangkaian kata. Mungkin memang harus seperti ini adanya. Mungkin memang harus tidak ada jawaban. Mungkin memang harus begini, pada akhirnya.

April 06, 2011

Ohmaijon!

Cheerstraw!! :)

 Trust me. This boy will disturb your mind. He's cute, oh My God, he's Oh-My-God-really cute!

Maret 31, 2011

In a Heart I Belong To

The time we spent days together
I knew my heart was stolen by another guy
The times we went to another place together
I knew my mind was screw up by another love
But when i don't meet 'the time we...'
I don't want to confess,
that my heart is a 'holey heart'
Like there's a far distance between us
The distance we created before, by words

In place i belong to, i was full-covered by love
I was in the middle of  the loved one
I never needed to go to another place
But indescribably, i feel one thing vanished away from me
That was when you were not around me
That was when you didn't say 'hi Nda...' when i was online
Or when your look was not focus on me, thus i felt you were so far
But you stood in front of me

Blindly, i don't want my mind to think of you
However i do
Paradox...
I need a space, i know you neither do
To love you is to set you free
To think of you is to forget you

You love being free and playing the hearts

**

In a time we'll meet, i want those another days
The days we've ever spent together
Without distance, with no space between us
With no words...



#Random but Worth-It!

Cheerstraw!! :)

It's been awhile i didn't write anything here. Doesn't mean i have no idea or something to share with. But sometimes, i rethink and those all need to be hidden. I enjoyed my feelings all by my self these days.

But when i think the feelings are overloaded, i need a bin to throw them away.
Or spread them out of my mind.
Happy news should be shared.
But people, i mean, man, in a wider meaning, creatures *but i'll call it people*, usually keep it alone.

Oh maaan, i need to open my mind!
Actually, indescribably i feel so bored with all of these shits!
Once, a friend i usually called "bestfriend" had made me so 'eeeegrh!' so that it implied my mind. And of course, it made me rethink the words 'bestfriend'.

Sorry, this post is random. I can't think clearly for now.
But when i say i'm such a broken-hearted girl, that's not right, but that's not wrong too.
I was undesrestimated girl, it's true.
My best friend makes me hate her, it's true. 
What's wrong with me, universe?
I just want people to act what they want to act to me!
But seems like they're busy faking their actions. Caseclosed.
I'll show them how to be a friend.

Tuhan, maafin saya kalo emang saya salah penilaian. Tapi begitulah yang saya rasakan. Begitulah yang saya pikirkan. Bagitulah keliatannya. Dan ya Tuhan yang baik hati dan tidak sombong, saya lebih suka berteman dengan segelintir orang yang emang niat mau temenan sama saya, dibandingkan harus berpura-pura mau temenan sama saya demi beberapa hal yang saya sendiri juga ngga ngerti lho, sumpah. Jadi ya Tuhan, sebenernya saya nulis apasih? Ini kenapa jadi curhat yang menye-menye begini? Sudah ah, ujan udah berenti, mari kita pulaaaaan! xD