Mei 09, 2011

Dalam Hati

Cheerstraw!! :Rasanya kayak naik rollercoaster! Beginilah jadinya bila ngga kunjung dapat kepastian. Tapi ya, sebenernya kepastian apasih? Hehe saya juga gatau.
Kepastian sih udah pasti, Jumat saya berangkat ke Bekasi. Mau ngapain sih? Niatnya mau dolan, mau refreshing, mau menyambangi rumah temen. Temen. Saya lagi pengen lari sejenak dari rutinitas harian, bisa jadi kacau otak saya, bisa jadi keram. Tapi entahlah, rasanya ke Bekasi kali ini bagaikan penentuan.
Kata temen saya sih sebenernya The Cure. Tergantung juga nanti obatnya bakal membuat saya lebih sehat, atau malah disakitkan dulu kemudian baru sehat? Ndatau juga, hanya ada beberapa point yang harus saya patuhi disini. Bhawa saya bukan pacar dia lagi. Ada sesuatu yang kadang muncul dari permukaan, ada juga yang rasanya emang pengen tenggelam. Seperti sebuah kesendirian yang terkadang memang membuat hati menjadi lebih dewasa. Saya memang menikmatinya, meski kadang saya merasa sangat sangat kesepian. Mungkin bukan merindukan orangnya, mungkin merindukan rutinitasnya saat berdua. Komunikasi yang berteknologi, bertatap muka melalui LCD, berkata lewat ponsel dan mencinta lewat telepati. Ada yang hilang saat semua menjadi sendiri, enggan menyapa dan kembali tenggelam dalam egoisme.

Haruskan egoisme?

Ada yang membuat nelangsa, ada kata yang terdiam tak sempat terucap, seribu nyanyian yang tersimpan mendendang lirih. Meski semua dalam hati. Tapi telah saya tuangkan semua dalam rangkaian kata. Mungkin memang harus seperti ini adanya. Mungkin memang harus tidak ada jawaban. Mungkin memang harus begini, pada akhirnya.

April 06, 2011

Ohmaijon!

Cheerstraw!! :)

 Trust me. This boy will disturb your mind. He's cute, oh My God, he's Oh-My-God-really cute!

Maret 31, 2011

In a Heart I Belong To

The time we spent days together
I knew my heart was stolen by another guy
The times we went to another place together
I knew my mind was screw up by another love
But when i don't meet 'the time we...'
I don't want to confess,
that my heart is a 'holey heart'
Like there's a far distance between us
The distance we created before, by words

In place i belong to, i was full-covered by love
I was in the middle of  the loved one
I never needed to go to another place
But indescribably, i feel one thing vanished away from me
That was when you were not around me
That was when you didn't say 'hi Nda...' when i was online
Or when your look was not focus on me, thus i felt you were so far
But you stood in front of me

Blindly, i don't want my mind to think of you
However i do
Paradox...
I need a space, i know you neither do
To love you is to set you free
To think of you is to forget you

You love being free and playing the hearts

**

In a time we'll meet, i want those another days
The days we've ever spent together
Without distance, with no space between us
With no words...



#Random but Worth-It!

Cheerstraw!! :)

It's been awhile i didn't write anything here. Doesn't mean i have no idea or something to share with. But sometimes, i rethink and those all need to be hidden. I enjoyed my feelings all by my self these days.

But when i think the feelings are overloaded, i need a bin to throw them away.
Or spread them out of my mind.
Happy news should be shared.
But people, i mean, man, in a wider meaning, creatures *but i'll call it people*, usually keep it alone.

Oh maaan, i need to open my mind!
Actually, indescribably i feel so bored with all of these shits!
Once, a friend i usually called "bestfriend" had made me so 'eeeegrh!' so that it implied my mind. And of course, it made me rethink the words 'bestfriend'.

Sorry, this post is random. I can't think clearly for now.
But when i say i'm such a broken-hearted girl, that's not right, but that's not wrong too.
I was undesrestimated girl, it's true.
My best friend makes me hate her, it's true. 
What's wrong with me, universe?
I just want people to act what they want to act to me!
But seems like they're busy faking their actions. Caseclosed.
I'll show them how to be a friend.

Tuhan, maafin saya kalo emang saya salah penilaian. Tapi begitulah yang saya rasakan. Begitulah yang saya pikirkan. Bagitulah keliatannya. Dan ya Tuhan yang baik hati dan tidak sombong, saya lebih suka berteman dengan segelintir orang yang emang niat mau temenan sama saya, dibandingkan harus berpura-pura mau temenan sama saya demi beberapa hal yang saya sendiri juga ngga ngerti lho, sumpah. Jadi ya Tuhan, sebenernya saya nulis apasih? Ini kenapa jadi curhat yang menye-menye begini? Sudah ah, ujan udah berenti, mari kita pulaaaaan! xD

Februari 11, 2011

Bertemu Pelangi

Cheerstraw!! :)

Tadi sore saya sedang dalam perjalanan dari Salatiga ke Magelang. Di tengah jalan, jam berdentang tepat pukul enam sore. Saya lihat di sebelah ujung sana, langit menjingga dan matahari mengintip manja. Suasana menjadi hangat, syahdunya alam bergabung dengan siluet pepohonan tepi jalan, bergabung dengan julangnya gunung Merapi dan Merbabu, bergabung dengan bekas air hujan yang mengering di jalanan, bergabung dengan senyum ikhlas saya untuk Tuhan yang Maha Esa.

 Kemudian, tepat di dekat Kopeng, saya bertemu dengan Pelangi. Dia berpendar dengan warnanya yang membuat merak iri. Dengan indahnya yang membuat bunga terlihat bagai istri siri. Dengan pongahnya, dia bagai ratu alam semesta di atas sana. Dan saya mengaguminya. Dengan segenap kerinduan, saya mencoba membuatnya tetap diam disana, mendengarkan cerita saya di sore hari.

Saya bercerita, alangkah lucunya negeri ini. Terdengar seperti judul film, tapi memang begitulah adanya tanpa tendensi iri hati atau dendam yang bercokol di hati. Negeri ini sepertinya sedang menggeliat dan meragu. Bagaimana tidak, negeri ini bergantung di tengah awan, kadang kepalanya berada jauh di dekat kaki. Itu namanya galau ya? Begitulah, negeri ini membuat saya berpikir, bahwa harus bagaimana saya bersikap. Kadang salah menjadi benar. Pelangi, coba kamu bayangkan, bagaimana bisa sebuah keyakinan ditukar dengan tiga nyawa manusia? Bukannya keyakinan itu hak setiap makhluk dan umat Tuhan? Mereka mengaku beragama, mereka mengaku membela keuutuhan umatnya, mereka mengaku, mereka adalah benar. Tapi pertanyaan pertama saya adalah: siapa sih umat mereka? Umat pembunun brutal membabibuta?

Dear Pelangi,
Sebenarnya ini adalah buncahan kegalauan hati. Mendengar peristiwa Cikeusik belum berakhir, sekarang muncul lagi kerusuhan Temanggung. Isunya sih masih sama, tentang keyakinan umat beragama. Klasik dan mboseni ya Pel? Kemudian saya berpikir secara holistik, ini ada yang tidak beres. Tapi apanya? Apa komentar Pak Tiffy? Ah, terdengar tidak hot, iya kan? Pendapat saya jauuh lebih hot. Ini masalah ngga jauh-jauh juga dari sebuah usaha pengalihan fokus. Fokus lama tentang Gayus yang 'hanya' dihukum segitu lamanya. Ngga adil? Masih nanya lagi, ya iyaah Pel, itu ngga adil banget!

Mungkin ya, teman saya, Pelangi, ada yang salah dengan sistem di atas sana. Harusnya orang baik seperti Bapak Habibie tidak usah dibuang ke Jerman ya? Kayak kita udah engga butuh orang jenius macam dia. Kenapa saya bilang jenius? Karena beliau lebih dari sekedar pintar, simpel.

Pelangi, perjalanan saya sudah hampir mendekati Kota Magelang. Sepertinya kita harus berpisah. Senang sekali bisa bercerita denganmu. Melihatmu, saya jadi teringat keramahan penduduk Desa Randuares, tempat Ayah saya dilahirkan. Saya jadi ingat dengan sapi-sapi dan anjing yang hidup damai. Terutama, saya ingat dengan suara Tonggeret yang membuat saya selalu merindukan Desa. Pelangi, besok kita kan berjumpa lagi, mungkin dengan cerita yang lebih menggembirakan.
Apa? Tentang apa? Kamu enggak suka cerita tentang negeri yang lucu, yang semua serba terbolak balik? Baiklah, kita akan mengobrol tentang kehidupan. Kehidupan seorang gadis gengster.

Pelangi yang penuh warna, sampai jumpa esok hari :))

Februari 10, 2011

Whole New World

Cheerstraw!! :)

Barusan, saya ngebuka facebook. Bukan mau update status atau apalah itu. Cuman pengen maen It-Girl saja sebenernya. Tetapi tergoda buat buka profile temen SD saya, cewek sih, yang kemarenan sempet jadi buah bibir si Ibuk *apalah ini cecewek ngebahasnya selalu yang begituan!*
Sebenernya apasih juga yang spesial, percakapan saya sama ibu beginilah kiranya:
*berdua, nonton Putri Yang Tertukar, Ibu ngomelin Amira yang bodohnya kelewat ambang batas kesabaran seorang ibu-ibu sinetron*
Ibu: Mbak Ervin udah punya pacar lho Nda kata Mbak Ari. 
*melirik sejenak, melepaskan kekagetan mendakak*
Saya: Terus kenapa gitu Bu?
Ibu: Pacarnya polisi katanya
Saya: Terus kenapa gitu Bu? *muka dongo abis!*
Ibu: Ya ngga papa, cuman ngasih tau
Saya: Terus kenapa gitu Bu?
*toyor sampai ulang tahun*

Nah kan berawal dari percakapan itu, saya sedikitnya bisa nangkep apa maksud si ibu deh. Maksudnya, anak perawannya ini belum punya pacar dan temen SD anak perawannya ini sudah berpacar, begitu? Oh, okelah. Terus karena diliputi rasa pengen tau yang mendadak membuncah di hati *nda, ngomongnya ngga usah sok drama deh* saya ngebuka profil temen saya itu. Ngebuka profil pacarnya. Ngebuka doang sumpah soalnya sehabisnya ngeliat seperti apalah itu profilnya, jadi engga pengen meneruskan. See kan, bukannya saya suka menjudge orang berdasarkan covernya doings, tapi bisa kan yah ngeliat karakter orang dari profilnya? Oke, caseclosed. Saya ngga jadi envy sama temen saya itu. Polisi pikirannya mah soal yang mesum sama duit doang, begitulah yang saya tangkap. Smart level-nya NOL GEDE!

Terus tetibanya saya dapet message via facebook dari temen kampus saya, namanya Dhani. Dia ngirim link blog dia gitu, terus ternyata yang dia kirim adalah foto saya yang lagi kelelahan nulis setelah diedit sedemikian rupa sehingga saya tadinya sempet megangin dahi dan berpikir: siapa sih gadis ini yah?


Dibilangnya blog saya sudah menginspirasi dia buat bermain blog lagi. Saya jadi bersemangat lagi. Karena, ternyata saya bisa juga menjadi inspirasi orang lain, Padahal saya kan bukan macam wanita yang suka mempercantik diri, apalagi mempercantik blog. Saya hanya menuliskan apa yang ada di otak saya, mungkin sedikit didrama-dramain yah, tapi ya intinya bukan sekedar membuat tulisan terlihat indah pada waktu dipostingkan. *Setuju, selamat anda dapat cowok tampan!*

Dan sekarang, yeah here i am. Terkadang ada sesuatu yang membuat saya ingin dihargai, dipuji dan dikangenin. Bukan munak ya, kalo boleh pukulrata, semua orang jugalah begitu. Dan, saya senang, sekali lagi, happy-happy-sampe-kayang-sendiri bisa menjadi inspirasi teman saya. Thank you, fellas :))


Kisstraw!
A Whole New World :))

Januari 28, 2011

Don't Be Afraid of Loving Someone, Show The World!

Cheerstraw!! :)

Tadi gue pulang dari Jogja. Terus kenapa? Ya begitu, sempet kan tadi pagi hectic banget ngurus ini ngurus itu, loncat kesana kemari seperti bajing.
*bajing loncat*
*halaaah*
Ya tetapi inilah hebringnya hari ini, benar-benar membuat tubuh kelaparan lahir batin. Ya lahir karena emang laper perut, ya batin karena lapar perhatian. *timpuk conello*
Tadinya sepanjang perjalanan pulang sempet kedinginan, maklum, baju sedang bebasahan plus pula ACnya alamak sekali dinginnya... Mancaaaps!
Sok singkatnya, tadi si Ayah njemput gue dari travelan dan kita beli Mister Burger dan ronde besama-sama. 

Ayah, keyaknya kita perlu mengulang kejadian hebring itu lagi deh!

Tadi abis sesampainya di rumah, gue maen-maen ke rumah keponakan, si Hazziq Hervazza. Tapi gue pikirnya, sampe sana bisa maen-maen bersama begitu, tapi ternyata si Hazziq lagi sakit. Ampundeh, batuknya nyekris banget. Tadinya mau geli-gelian ngeliat muka songongnya, eh dianya malah sakit. Jadilah gue ngelus-elus punggungnya aja, sambil ikutan mijit-mijit dikit. Dan akhirnya dia tepar abis dikasih susu anget.

Kata gue: "Hazziq, cepet sembuh yaa.. sudah jangan usil dulu toh.. bobo aja..."
Balesan Hazziq: "Ante Dida... hantu... hantu.. tudaa..." (ampun, dia malah nunjukin kaos gue  begambar a7x sama celana gue begambar kuda)  
*cupss*

Dasar bocah dua setengah tahun, lucunya emang kelewatan! Tapiii, kenapa yah gue ngerasanya kalo gue adalah tante kesayangan dia. Mulai dari pas dianya brojol dari perut Bundanya, gue yang hebring kemana-mana. Ujung-ujungnya gue ngeyel pula sama Ibuk dan Bapak buat nyamperin si bayi Hazziq di rumah sakit Harapan tepat tengah malam. Ya, tengah malam sodara-sodara.

*Mari tepok tangan!*
*lempar sepatu*

Dan selanjutnya, kalo pada dasarnya kita udah terlanjur sayang sama orang, mau diapa-apain juga tetep sayang. Abis pulang dari rumah sakit malem itu, gue engga tidur. Gue mikirin, nama apa yah yang cocok buat bayi seberat 3,8kg itu... Pipinyah sampe beleber kemana-manah 
*kayak pipi lo tirus aja nda!*
Kemudian gue inget kalo ada temen sekelas gue yang arti namanya bagus. Gue pinjem aja nama dia hehehe... sipplah!

Hazziq Hervazza Arnanto

Bayi gembil dan montok itu bernama Hazziq Hervazza Arnanto. Dan gue sayang banget sama dia. Gue sayang banget sama ponakan gue satu itu, kalo gue kemana-manah, contohnya aja pas ke Thailand dulu itu, gue selalu kepikiran buat beliin keponakan-keponakan gue yang astaganaga, beneran gue ngga bisa jatuh cinta sama mereka! Satunya adalah Hanun Iswari Manuhara. Ini bocah udah 4 tahun, tapi lucunya... gemeess, kalo udah ngomong, beuh, ayam aja ketawa! Pernah nih waktu itu dia di sekolah, ngeliat bekal maemnya sambil ngelamun. Dia ditanyain gurunya, kira-kira begini:

Guru: "Hanun, kenapa enggak dimaem?
Hanun: "Bu guru, Hanun itu lagi berfikir, bagaimana cara menghabiskan makanan sebanyak ini?"

*LMAO*
Busetdaah, anak 4 tahunan getoloh!
Ya sudahlah... meski kata orang gue orangnya cuek dan metal abis ato rocker atau emo atau apalah mereka sebut, gue tetaplah diri gue sendiri. Gue bisa menjadi apapun yang gue mau. Mau jadi rocker atau ladylike siapa yang peduli juga sihya? Gue suka sama anak kecil. Gue suka memasak. Gue suka storytelling, gue suka apapun yang kata orang aneh, espresso.

Guys, gue percaya, what you give is what you get. Kalo kata Pak Cono atau Opa, itu namanya hukum Golden Rules. Itu ada di kuliah Etika Perencanaan. Tapi syaratnya, harus ikhlas dong yah. Masa iya, kita belagak sayang sama orang terus padahal mengandung pamrih? Berbuat sesuatu buat orang lain yang mengandung pengen dibales? Ya contohnya seperti si Hazziq kecil. Berasa gue Bunda keduanya deh.. dan ujung-ujungnya dia lengket juga sama guenya hahaha... dan selera kita, ampundeh.. masa iya sih dia suka juga sama a7x kayak gue, suka mie kayak gue, dan suka geje kayak gue ~.~

Tapi sekarang Hazziq lagi sakit. Tuhan, tolong Inda ya.. sembuhin Hazziq kecilku. Meski dia usilnya amit-amit, meski dia suka jaim kalo mau dicium, dan suka ngga jelas lempar-lempar bola ke gue, tapi itu bakal lebih nyenengin daripada ngeliat dia lendat-lendot sambil batuknya nyekris amat sebegitunya. Amin.

*itu Hanun Iswari Manuhara dan Hazziq Hervazza Arnanto*
Keduanya keponakan gue, gue tante favorit mereka. Asekk, seneng kalo ternyata gue adalah penekluk anak kecil. Hohohohoho... :D
*diem lo, berisik!*
*gasp*



So... be your best self and don't afraid to show the world what's yor colour :)
Kissstraw!
*smooch*




Januari 27, 2011

When Broken Heart Was Just Being an History

Cheerstraw!! :)

Hello guys, wherever you all.. Tonight will be so awesome. Tau engga kenapa? Karena, tugas unyu gue udah selese satu *elaaah, cuman satu ini!*
Kedua, gue dipastikan bakal dapet liburan yang menyenangkan tahun ini. Ketiga, selera musik gue kalo didenger-dengerin ulang, asik juga kok. Cuman, ngga tau kadang kenapa, gue ngerasa selera gue aneh banget. Tapii, setelah gue kenal sama temen-temen 'aliran kiri' yang sama-sama sedeng, gue berasa punya selera musik yang 'dewa banget'. Bukan maksud gue si dewanya ahmad dhani itu, tapi suatu posisi dimana sangat prestisius dan jenius. iyalah, siapa yang menyanggah kalo The Beatles itu ngga jenius?

Gue jadi keingetan film Nowhere Boy. Tadinya gue pikir, itu film yang keyak gimana yang ngasi liat Inggris jaman dulu yg klasik abis. Tapi ternyata, itu perjalanan idup John Lennon top abis. Siapa yang ngira sih kalo hidup dia sedrama itu? Dan dulu dia pernah DO dari sekolahnya yang sok-disiplin-nasional-itu? Buktinya, sekarang dia bahkan sama terkenalnya dengan Einstein!

Satu percakapan yang gue inget selalu. Kira-kira begini, percakapan antara John dengan Mamaknya, si Julia:

John: Why God did not make me Elvis?
Julia: Because God is preparing you for John Lennon.

Itu percakapan menurut gue keren banget. Jadi tuh ya, intinya, setiap orang diciptakan emang berbeda-beda. niat Tuhan sih dengan perbedaan itu kita bisa menonjolkan apa kelebihan kita, dan engga malu sama kekurangan kita. Tafsir gue sih begitu, tapi engga tau juga kalo Tuhan punya tafsir lain. Yang jelas, dengan adanya perbedaan itu, terciptalah suatu semboyan: Bhinneka Tunggal Ika. Oke, back to the main topic. Jadi kenapa gue suka percakapan itu?
Because we are special, just like others.

Yess, kita semua punya keistimewaan sendiri. Entah ada yang sama, atau beda, yang jelas kita semua istimewa. Seperti kalo dalam kehidupan sehari-hari gue yah. Contohnya temen-temen gue aja deh ya yang sering maen sama gue. Pertama, si Hanah ya, elemen dia angin, dia orangnya moody banget. Tapi istimewanya, dia asik diajak hengot, easy going, terutama beli baju, sandal, atau belajar jahit-menjahit *di deket perapian, plis deh!*.
Yang kedua, Rina, orang ini galak banget. Elemennya api sih ya. Tapi istimewanya, dia disiplin, cerdas, kritis dan tegas banget. Logikanya bener-bener jempolan deh. Meski suka ngambek, toh banyak orang yang begitu juga kan?
Ini labih, si Butet alias Priscelea yang amit-amit deh gue sama dia kayak ngga bisa akur, tapi bestpren banget dari semester-semester awal. Dia temen satu studio gue semester bontot ini *hmmmm...sial!*
Kalo kata Utha sama Pin, kalo gue sama Priscel lagi ribut, esumpah deh katanya perlu sumpel kuping. Nggaaaa bisa dieeeem, ngga bisa akuuur, tapi juga ngga bisa terpisahkan. Meski orangnya keras kepala dan keukeu banget, dia yang paling sering bikin tangis gue ilang dan berubah jadi omelan bawel dan rasa percaya diri yang tinggi. Apalagi kata-katanya itu lho, begini:

"Nda, elo tuh cantik, baik lagi! Lo ngga pantes nangisisn cowok kayak *****!"

Dan gue pun negrasa diri gue berharga. Dialah, ternyata yang ngeberi gue motivasi buat bangkit dari kesedihan gue beberapa bulan yang lalu. Yang sempet bikin gue sukses tiga hari engga makan dan makan-muntah-makan-muntah sedemikian sehingga berat badan gue turun drastis. Tapi gue pucet banget.

Ada lagi temen gue yang lain, namanya Desi, dia juga hebring banget ngomel-ngomel ke gue gara-gara gue terpuruk pasca putus dari si xxx itu tadi. Tadinya gue ngerasa ngga adil banget sih nih, orang lagi sedih juga masih aja diomelin. Tapi ternyata gue nyadar kalo omelan mereka justru pecutan semangat buat gue. *dooh bahasanya bikin mual cing*
Dan ternyata emang bener, i am just too good to be true. Tadinya gue mual sama alasan begituan, tapi apalah daya, gue emang terlalu indah. Mau muntah atas kenarsisan gue? Sebodo amat, nyatanya mantan gue bilang gitu kok! Yang gue sesalin adalah, waktu yang terbuang atas mimpi indah yang sama artinya dengan gua bangun di atas air. Cuma semu dan akhirnya roboh juga kena gelombang. Itu kebohongan nusuk banget, bener-bener melukai gue.

Tapi gue bersyukur, temen-temen gue tetep ngga berpaling meski sikap gue udah nyebelin to the max.

Itu yang harusnya sampe sekarang gue pegang teguh. Duh, ini apaan sih, kok jadi engga nyambung dari judul semula? Tapi seneng lho, ternyata gue juga ber-image baik di depan temen-temen gue yang lain. Katanya gue enak diajak curhat, dan secret keeper yang baik. *iyesss!* *angkat kedua tangan, tampilkan ketek mulusmu* *uupss*

Bener kan, jadi buat jadi spesial itu ngga perlu jadi Elvis, atau jadi John Lennon. Cukup jadi diri sendiri aja itu udah bisa membuat diri kita jadi spesial kok, beneran deh. Kalo engga percaya, cobalah, try to constantly develop your way you think and work. It works!


Gracias, straw :)
*nata bantal*
*krukupan selimut*

Januari 25, 2011

Maaf...

Cheerstraw!! :)

Maaf kalau gue harus delete YM lo buat sekarang

Surat Untuk Tuhan Nomer Satu

Cheerstraw!! :)
Tuhan... sebelumnya saya pengin ucapin terimakasih banyak buat banyak malam yang telah Engkau beri padaku. Terimakasih untuk keluarga hangat dan teman-teman yang menyayangiku. Saya harap, dengan kehadiran satu lelaki yang memporakporandakan hidup saya, saya tidak pernah lupa atas jutaan nikmat yang telah Engkau beri.

Tuhan, tapi saat ini saya sedang kacau. Ada beberapa masalah yang cukup membuat hidup saya berantakan. Dan Tuhan, tolong, segera usaikan semua perih berkepanjangan ini. Sembuhkan luka dalam hati saya, berikan gemerlap keceriaan yang telah lama saya lupa.

Tahun lalu. Saat itu hati saya remuk sekali Tuhan. Seorang lelaki mencuri hati saya, kemudian menghancurkannya pelan-pelan. Tanpa kata, tanpa ucapan. Semuanya terjadi begitu saja, dan saya memilih untuk diam. Ada berjuta alasan mengapa saya begitu. Saya terlalu perih untuk merasa kalah. Padahal nyatanya saya telah kalah. Saya tidak ingin dikalahkan perasaan.

Tuhan, adilkah bila kemudian saya tergoda dengan ucapan manis lelaki lain yang datang tak lama setelah itu? Bila saat itu hati saya luka, dan lelaki itu menawarkan harapan yang lebih indah, haruskah saya tidak berpaling padanya dan mencoba membuka hati saya kembali? Mencoba mengeringkan luka yang telah dalam ternganga?

Salahkah saya Tuhan?

Orang yang benar tidak pantas mendapatkan luka.

Tapi kenapa Tuhan, setelah saya bisa berdiri dengan kaki yang masih lemah, lelaki lain itu kembali meninggalkan luka? Bahkan dia pergi dengan tertawa, dan menganggap apa yang telah terjadi diantara kita hanya fatamorgana.

Salahkah bila akhirnya saya bersumpah serapah tentangnya?

Lama saya meratapi rasa. Mungkin ada yang salah dengan sistem di atas sana? Mungkin ada yang membuat roda hidup saya berhenti berputar ke atas? Dan saya terpuruk sendiri di bawah, di dalam genangan sengsara karena rasa yang salah?

Dan kemudian dia masuk dalam hidup saya. Sekarang saya tidak ingin kembali menjadi mawar tanpa duri. Tapi perasaan seakan membodohi saya. Dalam sebuah siang, dia mengirimkan tanda rasa yang membuat saya kembali lunglai. 

Rasa percaya itu begitu cepat datangnya, hingga kadang saya hanya bisa terbawa arusnya.

Atau semua lelaki memang brengsek adanya?

Dengannya, tadinya saya bersyukur. Saya keluhkan semua kesah yang menghantui saya beberapa bulan lamanya. Dan dia memberikan senyum dan seuntai puisi cinta. Tidak menyangka, saya pikir itu adalah nyata. Sebuah rasa yang saya inginkan untuk bertahan sampai selesai waktu berjalan. Tapi, setelah dia tau semuanya, dialah yang menyimpan dusta untuk saya.

Kupikir hanya sampai disini saja, hati saya terlalu baik untuknya.

Dan saya pikir, bila memang hubungan ini berhenti juga, saya ingin hapus semua tentangnya. Tentang rasa sampah yang menyakitkan. tentang obrolan singkat yang membuat saya percaya, tentang pengertian yang telah membangunkan kepercayaan diri saya kembali. Saya harus berterimakasih tentang itu semua. Engkau pasti punya rencana, iya kan Tuhan?

Tapi kenapa dia tak juga pergi?

Kenapa dia masih menyangkutkan satu perkataan yang membuat perasaan saya kembali terluka?

Tidak akan ada luka bila tidak ada kebohongan. 

Tuhan, maafkan saya bila saya kurang bersyukur atas semua yang Engkau beri. Tapi demi setetes airmata yang menetes seakan tak punya arti, masih maukah Engkau mencabut segala perih atas dia? Sudikah kiranya Engkau mengembalikan kehidupan saya penuh dengan mimpi?

Karena setiap malam, saya hanya menemui mimpi buruk yang mencekik.

Maaf Tuhan, saya belum bisa menjadi baik seperti yang Engkau minta. Saya belum bisa menjadi orang yang penuh kasih lagi karena semua ucapan saya hanya berupa sumpah. Kutukan. Maafkan saya, Tuhan. Maafkan saya, maaf bila akhirnya saya harus menjadi begini. Maaf bila airmata yang sudah berusaha saya tahan akhirnya keluar juga. Tears are worthless.

To a man so heartless.